Mungkin sebagian dari kalian ingin membuat Web Server di linux tapi belum tahu bagaimana cara – cara untuk membuatnya. Kali ini aku akan memberikan artikel cara langkah – langkah pembuatan-nya yang mudah dipahami oleh teman – teman. Dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.
KONFIGURASI APACHE
Dalam webserver apache file httpd.conf adalah merupakan file yang utama dan yang terpenting dalam konfigurasi webserver. Pada umumnya file ini tidak perlu diubah namun ada kalanya konfigurasi ini kurang dirasa cukup dengan kebutuhan. Dengan alasan ini kamu akan merubah sedikit konfigurasinya. Berikut ini sedikit penjelasan fungsi dan kegunaan tentang tag – tag utama dalam file httpd.conf:
ServerRoot
- Menentukan direktori induk dan lokasi file – file konfigurasi.
PidFile
- Menentukan nama file yang akan digunakan untuk menyimpan PID atau nomor proses service httpd.
Timeout
- Menentukan lama waktu maksimal (dalam detik) manakala server tidak merespon Web Client.
StartServers
- Menentukan jumlah daemon httpd yang dijalankan diawal.
MinSpareServers
- Menentukan jumlah minimal daemon httpd yang dijalankan.
MaxSpareServers
- Menentukan jumlah maksimal daemon httpd yang dijalankan.
MaxClients
- Menentukan jumlah maksimal client yang diizinkan mengakses server.
Listen
- Menentukan nomor port yang digunakan oleh server.
User
- Menentukan owner yang menjalankan server.
Group
- Menentukan group yang menjalankan server.
ServerAdmin
- Menentukan e-mail Admin server Web.
ServerName
- Menentukan nama (hostname) server Web. Hostname harus sesuai dengan apa yang telah didefinisikan pada server DNS.
DocumentRoot
- Menentukan lokasi file dan dokumen home page Web server.
UserDir
- Menentukan lokasi file dan dokumen home page milik user.
DirectoryIndex
- Menentukan nama file home page default yang akan dibaca secara otomatis oleh Web Cient atau Web Browser.
AccessFileName
- Menentukan nama file yang digunakan untuk keperluan otentikasi.
NameVitualHost
- Menentukan hostname utama untuk keperluan virtual host. Hostname utama harus terdaftar pada DNS server.
VirtualHost
- Menentukan hostname tambahan (virtual host). Hostname tambahan juga harus terdaftar pada DNS server.
Nah setelah kalian mengetahui fungsi dari tag – tag penting dari file httpd.conf sekarang kamu dapat mempersiapkan tool –tool yang akan kamu gunakan.
PROSES INSTALASI
Software yang dipergunakan:
Instalasi Fedora 6
- Pastikan sebelum penginstalan package kamu harus memilih Costumize now, kemudian klik next.
- Sekarang kamu harus memilih package – package yang telah disediakan dan pilihlah sesuai kebutuhan untuk memudahkan konfigurasi server pilihlah package berikut ini:
Desktop Environments- Gnome Dekstop
Applications
- Editors
Graphical Internet
Text-based InternetDevelopment
- Development Libraries
Development ToolsServers
- DNS Name Server
MySQL Database
Server Configuration Tools
Web ServerBase System
- Administration Tools
Base
System Tools
X Window System - Bila kamu ingin agar PHP dapat terhubungan dengan MySQL maka klik Optional Package dibagian MySQL Database dan lanjutkan dengan memilih package php-mysql-5.1.6-3.i386 seperti gambar dibawah ini.
- Setelah selesai melakukan proses instalasi kamu akan melanjutkan-nya dengan konfigurasi Apache-nya.
Popularity: 4% [?]














5 Comments For This Post
03 Dec 2008 9:13 am
[...] dari artikel yang sebelumnya Membuat Web Server Di Fedora 6 Part1 dan di artikel Membuat Web Server Di Fedora Part2 ini aku akan membahas bagaimana cara untuk [...]
15 Dec 2008 2:17 pm
15 Dec 2008 3:11 pm
Segera aku juga akan membuat tutorial untuk server yang lain seperti FTP Server, SSH Server, Mail Server, MYSQL Server, DHCP Server, Proxy, DNS Server dan masih banyak lagi
pokoknya mengenai Linux Networking. Makanya sering – sering aja berkunjung disini
26 Feb 2009 9:16 am
Assalamu’alaikum a yus.q plajar yg lg bhas fedora o tq y bwt bhasannya………….
30 Apr 2009 11:09 am
top, , , lumayan good, , ,
29 May 2009 9:06 am
kirimin tutorial ke email saya dunks mas,,.,.,lg belajar nh,.,hehehe,.,.
Leave a Reply